Kaltim Kebanjiran Investasi Migas hingga Rp200 Triliun
10-04-2019 12:36 WIB

Balikpapan,Multikel.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan pada 2019 hingga ke depan provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan dibanjiri investasi migas dengan total investasi sekitar Rp200 triliun.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan Kaltim masih memiliki potensi untuk peningkatan produksi minyak dan gas dimasa yang akan datang. Di antaranya yang proyek Merakes yang dipegang Eni Indonesia, diperkirakan akan ada investasi sebesar Rp65-Rp70 triliun.

“Saat ini ada proyek-proyek besar di Kaltim berkaitan dengan upaya untuk monetisasi minyak dan gas. Ini Merakes wilayah kerja yang itu dioperasikan Eni Italia. Kemudian saat ini kami sedang marathon penyelesian Plan of Development Indonesia Deepwater Development (POD IDD) yang dilakukan Chevron. Itu juga di Kaltim. Mudah-mudahan di minggu kedua April kita bisa menuntaskan. Itu investasinya kurang lebih Rp75 trilun akan masuk ke Kaltim. Insya Allah Kaltim akan kebanjiran di bidang hulu migas,” kata Dwi sebagaimana dikutip Okezone, Sabtu (30/3/2019).

Dia menilai untuk pengeboran laut dalam di Kaltim sudah bisa dikatakan ekonomis. Mantan Dirut Pertamina ini juga menyatakan, dengan peralihan sejumlah wilayah kerja oleh Pertamina seperti Blok Mahakam telah dipegang Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Blok Eastkal oleh Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), Blok Sanga-Sanga dari Chevron oleh Pertamina, semua pihak berupaya meningkatkan produksi.

SKK pun telah mengundang Pertamina dan meminta agar tidak terjadi penurunan produksi migas.“Kami tidak mau produksi gas turun seperti satu dua tahun yang datang,” pintanya.

“Begitupula dengan Blok Sanga-Sanga setelah diambil dari Vico sekarang dioperasikan Pertamina. Kita tidak mau terjadi penurunan seperti satu tahun terakhir ada penurunan produksi. Ini yang akan kami terus genjot,” katanya.

Dia juga menyebutkan PHM sudah menyetujui untuk Blok Mahakam tahun ini ada pengeboran 180 sumur. Begitupula Sanga-Sanga akan ada tambahan investasi cukup besar untuk mengembalikan produksinya.

Dwi menegaskan dengan pengambilalihan proyek migas dari semula asing ke Pertamina memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat kaltim pada umumnya.

“Pasti tenaga kerja Pertamina orangnya Indonesia pasti. Dalam empat tahun terakhir tenaga kerja asing turun dari 3,5% jadi 1,3%, itu menandakan investor asing sudah percaya kemampuan orang Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, di hilir ada Kilang Balikpapan dengan investasi pengembangan kilang Rp65-Rp70 triliun yang akan diselesaikan dalam empat tahun.

“Jadi pendapatan daerah akan masuk meningkat cukup tajam. Ini mudah-mudahan bisa memberikan kesejahteraan lebih baik bagi masyarakat Kaltim,” ujarnya.

“Investasi sampai Rp200 triliun ini harus dimanfaatkan sebaik-baik oleh putra-putra daerah,” katanya lagi.

(bagikan informasi)